Sabtu dan Minggu adalah hari dimana aku benar-benar berpikir. Apakah aku harus ngomong? tapi ku beranikan diri untuk mengetik message di Facebook-nya dia. Yang intinya, 'aku suka kamu dan sekarang aku bisa ngelanjutin belajarku lagi'. Semalaman aku berpikir, apa reaksi dia nanti. Apakah aku di bully habis-habisan? Kurasa tidak.
***
Senin pagi yang menurutku tak begitu indah, mengikuti langkahku. Aku pun tidak terlalu memikirkan apa yang aku tulis di message kemarin. Karena ketakutan itu redam oleh diriku yang sedang benar-benar memperhatikan sekolah.
Jam pulang sekolah tiba, saatnya aku untuk melangkah keluar dari kelas dan berjalan untuk sampai ke rumah. Aku pun berlari dan sesampainnya di rumah, aku membuka facebook dan ada balasan darinya yang tak aku mengerti. Aku malah minta maaf karena takut ia tak mau jadi sahabatku lagi.
Sial, aku malu sekali. Karena aku mengikuti saran yang dianjurkan oleh Rani dan Fatimah. Sungguh memalukan seorang Kania yang begitu cuek bisa menyatakan perasaannya kepada cowok Jawa. Kurang amazing apa coba?. Gerutuku dalam hati.
***
Malam hari setelah aku pulang dari les, aku melihat Hp ku yang ku tinggalkan di rumah. Ternyata ada SMS, aku pun gugup sangat gugup. Apakah maksud Eko SMS malam-malam? benar-benar membuatku sangat bingung. Dari A sampai Z ia benar-benar menanyakan soal yang di facebook.
Saat yang tak terduga, ia benar-benar memintaku untuk mejdai pacarnya. Awalnya aku benar-benar ragu tapi ia mencoba untuk menyakinkanku, dia berkata "asalkan kita saling percaya pasti bisa kok dan aku yakin kita mampu menjalankannya."
Bersambung .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
If you want a polite comment!!!