Jumat, 05 Oktober 2018

Tentang Sidang Skripsi

26 April 2018 


      Hari, jam, menit, dan detik di tanggal itu membuatku gugup. Gugup sekali. Kenapa? karena aku akan sidang akhir yang mengartikan akan ada kehidupan baru untuk aku. Entah itu dari segi rejeki, kehidupan aku yang mulai damai atau dari segi kepribadianku. Aku flashback ke belakang soal hidupku di kampus, dari mulai menderita karena gosip yang nggak enak, kasus sahabat aku yang harus aku tangani, menghadapi trauma yang aku alami dari SMA dengan mendengarkan cerita tentang pacar mereka atau gebetan (maksudnya ini untuk teman laki-laki), dan status pacaran yang ternyata cuman dimanfaatkan hanya untuk tugas kuliah semata.

     Aku deg-deg kan sambil memikirkan itu dan berusaha untuk tersenyum bahwa aku bisa menjalani kehidupan dengan baik. Allah sayang sama aku, dan Allah mau aku bangkit dari semua keluhan kehidupanku selama beberapa tahun terakhir ini. Pada saat aku dipanggil ke ruang sidang, nggak karuan rasanya tapi pada saat selesai lega banget walaupun ada revisi. Setelah semua selesai sidang euforia pun di mulai, rame banget rasanya, tapi untung aku nggak sendirian. Mabok Oppa hadir, Banabila hadir, Bu devi temen announcer, Hilda teman SMA ku, Kakaku kak Yusuf (teman dan kakak kelasku di SMP). Aku agak kecewa dengan tidak hadirnya Jajan dan Oppa, Farenbi, dan Sobat aku yang lainnya. Tapi nggak apa-apa, mereka yang nggak hadir aku yakin doa mereka mengalir dengan tulus kepadaku. 

   Setelah hari itu, aku sadar bahwa akan kehidupan selanjutnya yang menimpaku. Entahlah aku akan gimana menghadapinya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

If you want a polite comment!!!