Rabu, 16 Januari 2019

Tulisan Tanpa Judul

         Pagi ini secangkir kopi masih menemani hari-hariku seperti biasanya. Hari-hari dimana semakin membuatku bingung akan dunia yang sedang aku jalani, bagaimana cara menyampaikan semua perasaan senang dan takutku akan apa yang sedang aku jalani, dan keputusan apa yang harus aku ambil. Terkadang aku takut saat mengambil sebuah keputusan yang sangat amat besar untuk perubahan hidupku, aku juga takut akan komentar orang, dan aku juga takut nggak bisa berekspresi semau aku.

       Bentar lagi aku berumur 23 dan pemikiran serta pola pikirku harus berubah, aku juga dalam mengambil keputusan harus sangatlah dipikirkan matang-matang untuk kebaikan bersama, aku juga harus memikirkan matang-matang semuanya, aku juga nggak mau dibilang takut untuk mengambil resiko padahal bukan itu maksud dan tujuanku sebenarnya. Dalam mengambil keputusan merupakan hal yang sangat sulit, aku juga nggak mau salah langkah lagi. 

        Umur 23 merupakan umur emas untuk aku. Di umur 23 tahun aku harus menjadi seorang wanita yang kuat dan anggun. Aku nggak boleh pecicilan lagi di depan umum, nggak boleh tertawa terlalu kencang lagi, harus bisa menjaga image di depan umum, bisa memasak, bisa berpikir apa yang menjadi kebaikan bersama, berpikir sebenarnya apa yang ingin aku lakukan, dan kembali lagi apa yang menjadi tujuan hidup aku yang belum tercapai saat umurku 22.
  
      Dalam mengambil keputusan besar aku nggak mau di dalamnya nanti ada penyesalan, aku nggak mau keputusan itu hanya karena takut A, takut B, dan takut C. Kalau keputusan yang diambil hanya karena itu akan berefek tidak baik, aku mau memikirkan jangka panjangnya kedepan seperti apa, aku mau mimpiku terwujud dengan sempurna dan dengan hati yang tentram juga. 


7:32

       

Rabu, 19 Desember 2018

Titik Rendah

         Hari ini tanggal 20. Aku ingin menulis soal titik rendah, dimana titik rendah bisa mengubah seseorang menjadi monster atau bahkan tetap jadi malaikat. Aku paham mengapa semua orang mempunyai titik rendah dalam hidupnya, karena kehidupan tidak selamanya berjalan lurus sesuai kemauan, tapi yang aku percayai cuman satu, karena titik rendahlah orang bijak bisa belajar untuk menentukan arah hidupnya menjadi lebih baik.

         Berbicara soal titik rendah. Pagi ini, aku ingin menceritakan bagaimana rasanya berada di titik rendah kehidupan. Rasanya nggak enak jelas sekali. Apalagi ketika kamu terjatuh, tapi nggak ada siapapun di sebelahmu dan menggengammu sambil berkata, "Tak apa, kamu kuat kok. Ada kita, di sini yang siap mendengarkanmu." atau, "Tak apa, kamu sudah melakukan hal yang terbaik sebisamu."
Kehidupan itu unik kawan. Dengan adanya titik rendah kita benar-benar bisa melindungi diri kita sendiri, tapi aku sarankan jangan sampai hatimu keras dan tidak peduli dengan orang lain. Intinya perbanyak bersyukur karena kamu sudah mendapatkan titik terendahmu dan ingat kalau kita nggak hidup sendirian.

        Kedengarannya gampang ya aku menyuruh kalian untuk tidak menjadi keras hati dan bersyukur. Aku tahu itu nggak gampang, karena setiap orang punya caranya sendiri untuk tidak sakit kedua kalinya, itu pilihan kalian. Jangan karena hal yang membuatmu jatuh, kalian menjadi mati rasa, apalagi setelah kalian mempunyai pasangan. Apakah seterusnya akan seperti itu? Ingat kawan, kalian nggak hidup sendirian. Coba berpikir untuk mencairkan sedikit perasaanmu, paksakan namun perlahan. Pasti diantara kalian akan bilang, "sesuatu yang dipaksakan itu nggak baik." Hahaha, dengarkan aku, nggak semua yang dipaksakan itu nggak baik. Example like Ibadah kepada Tuhan YME, jika tidak dipaksakan, apakah kamu yakin akan beribadah?

      Aku pernah juga punya titik terendah hingga depresi 3 tahun yang lalu tepatnya. Saat memilih seseorang yang salah dan mulai mencintai orang yang salah. Mungkin diantara kalian akan bilang, "Lebay lo, Ren kayak gitu aja sampai depresi." come on namanya mental turun siapa yang tahu sih? sampai sekarang aja aku masih suka lemes sendiri kalau ingat kejadiannya, ingat kata-kata yang diucapkan, mendengar hal-hal yang mirip, bahkan melihat orang yang mirip seseorang itu aja kadang aku lemes. Tapi, setidaknya dengan kejadian itu aku bisa melindungi diri aku untuk nggak dimanfaatkan lagi dengan mengatas namakan cinta.

      Awalnya aku memilih jalan hidup yang menurutku nggak bagus untuk diriku sendiri dan orang sekitarku. Setelah aku berpikir lagi, aku harus berubah dan nggak boleh lemah, serta nggak boleh berkeras hati dengan memilih jalan itu. Aku juga harus memikirkan orang lain disekitarku, karena kita hidup nggak sendirian. Hidup untuk dibagi kepada orang yang kalian percayai, jadi mulai sekarang ayo berusaha lunakan hatimu, sepertiku yang sudah melunak. 

     Untuk kalian yang udah keras hatinya, dingin, dan nggak peduli. Aku yakin, di hati kecilmu pasti ada sedikit rasa peduli dan perhatian kepada orang lain. Aku yakin, orang yang pada dasarnya baik akan tetap baik. Cheer Up!!!

Kira-kira ada nggak ya titik terendah untuk kedua kali?


Bandung di bulan Desember
atas nama kehidupan.
     
         

Jumat, 09 November 2018

Job Fair (Sabuga dan Dinasker Carefour)

26 September 2018 (Job Fair Sabuga)

       Job Fair Sabuga menurutku lebih bagus dan tertata rapi. Banyaknya manusia nggak membuatku beserta Fani dan Derni sesak, malah kita masih punya space untuk duduk dan beristirahat, bahkan perusahaan susu bendera membagikan gratis produknya bagi pelamar. Enak banget nggak sih? Hhahha. Sistem melamar perusahaan yang membuka boothnya di sana hanya melalui barcode.

27 September 2018

       Job Fair Disnaker, Job Fair terburuk menurutku. Karena Sistemnya yang nggak karuan dan membuat kita desak-desakan untuk melamar pekerjaan, tidak seperti job fair yang aku temuin sebelumnya. Seperti Job fair di Landmark dan Sabuga. aku berharap sih pemerintah bisa menyewa tempat yang lebih besar, jadi kita sebagai pelamar kerja juga leluasa untuk melihat-lihat booth perusahaan.

Tentang Bank Indonesia

        Aku lupa tepatnya tanggal berapa melamar Bank Indonesia. Ketika itu, salah satu sahabatku Derni membagikan info lewat grup chat kita bernama Mabok Oppa. Setelah mendapatkan informasi tersebut kami bertiga (Aku, Fani, dan Derni) melamar. Aku melamar di komunikasi publik, yang menurutku itu merupakan posisi terbaik yang aku bisa kerjakan pada saat aku lolos. 

          13 September 2018, aku buka website Bank Indonesia dan kita bertiga lolos. Kita bertiga sama-sama ujian di kampus Ekuitas, namun aku dan Derni berbeda hari dengan Fani. 15 Agustus, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang, Testnya menurutku gampang, tapi waktunya singkat banget hingga akhirnya aku cemas nggak di terima. 

          26 September 2018. Kita bertiga nggak lolos. Tapi nggak apa-apa, rejeki ada di yang lain kan?

Tentang Pertamina

      6 Agustus 2018, Aku melamar di sebuah perusahaan yang besar yaitu Pertamina. Awalnya aku nggak minat untuk bekerja di sana, namun karena ini program untuk belajar jadi aku putuskan untuk masuk sana. Karena ilmu kan dapatnya darimana saja. Setelah menunggu sekitar 2 minggu, pada tanggal 27 Agustus 2018, aku mendapatkan email yang mengundangku untuk test online pada tanggal 30 Agustus 2018. Perasaanku senang banget karena dapat kesempatan untuk test online di perusahaan besar dan besar harapanku untuk bisa masuk.

     Tanggal 30 Agustus pun datang, aku memilih mengerjakan soal pada jam 6 pagi karena menurutku itu jam yang nggak banyak orang untuk membuka situs web yang link-nya diberikan oleh pihak pertamina. Menurutku soal yang diberikan Pertamina cukup mudah dan tidak seperti Bank Mandiri. Aku merasa mampu untuk mengerjakannya.

    Tanggal 14 September 2018, hasil akhirnya keluar dan aku nggak lolos. Mungkin bukan jodohnya untuk aku bisa bekerja di sana. Semoga ada Rejeki lain yang bisa aku jemput dengan mudah.

Rabu, 10 Oktober 2018

Tentang Bank Mandiri


July-August


     Siang di bulan July. Tanteku memberikan pesan kepada Mama, bahwa ada lowongan di kantor cabang Omku sebagai seorang teller. Tanpa pikir panjang, aku pun menerima tawaran tersebut dan malamnya mengantar berkas apa saja yang diperlukan oleh Bank Mandiri. Setelah dari sana, aku berharap akan dipanggil ke Jakarta untuk proses selanjutnya, tapi semua aku serahkan kepada ALLAH, yang penting aku sudah berusaha semaksimal mungkin.

     1 July Aku dipanggil via telpon oleh HRD Bank Mandiri, senang banget rasanya, aku di interview keesokan harinya dan setelah berdiskusi dengan keluarga, akhirnya aku berangkat dengan adikku untuk interview. Interview rasanya berdebar banget, walaupun ini kali kedua aku menghadapi HRD, aku masih nggak bisa mengontrol mimik muka dan entah jawabanku benar atau salah yang jelas aku sudah melakukan yang terbaik sebisa mungkin.

     Dua minggu kemudian tanggal 16 July, aku mendapat SMS dari Bank Mandiri dan di nyatakan lolos serta ikut proses selanjutnya di kantor pusat regional II yang kantornya dekat dengan kota tua. Awalnya aku nggak kesulitan untuk mengerjakan semua soal itu, tapi sampai di tahap numerical atau matematika, aku nggak paham sama soal itu, model soalnya itu aku baru pertama kali nemuin  dan nggak pernah aku temuin di bangku sekolah maupun perkuliahan. Keluar dari ruang test, aku pasrah saja. 

     Aku menunggu dua minggu lagi dan tidak mendapat panggilan apapun. Mungkin aku memang nggak ditakdirkan untuk berada di sana, agak kecewa karena mengingat aku anak pertama dan sampe sekarang belum mendapat kerja. Padahal, lamaranku dibawa oleh anggota keluargaku sendiri, tapi nggak apa-apa setelah aku pikir lagi, seandainya aku keterima nggak enak aja pasti suasana di dalam kantor. Karena pada saat aku interview, hampir semua orang kantornya mengenalku dan aku takut di istimewakan. Tapi aku bersyukur, berkat aku mendapat kesempatan di sana, setidaknya aku belajar banyak hal, belajar tentang Jakarta lebih banyak.


- pukul 7:26

Senin, 08 Oktober 2018

Tentang Tokopedia

24 May 2018

    Tokopedia. Pasti tahu kan perusahaan apa ini? Tahu dong hahha
Ini merpakan perusahaan semacam online shopping gitu. Aku mau sedikit cerita mengenai kegagalan aku, untuk masuk kesini. Aku ingin nantinya anak atau cucuku mungkin bisa membacanya. Calon suami dulu deh, eh jangan teman-teman aku aja dulu. wkwk

    Setelah aku lulus bulan April, aku gencar mencari pekerjaan, entah apapun itu jabatannya aku tetap masukin yang sesuai kemampuanku. Kira-kira seperti itu. Aku milih customer service tokopedia dan customer di sini dibagi dua cabang gitu, aku lupa cabangnya ada apa aja, yang jelas ak memilih sebagai call center waktu itu. Karena menurutku rame aja gitu, tapi allah berkata lain aku nggak rejeki di sana.

   Jadi kan ada test FGD gitu dan aku gagal di situ. Kalau yang berhasil langsung interview. Faktor gagalnya mungkin kurangnya pengetahuan aku di bidang ini, tapi namanya pertama ya udah aku terima dengan lapang dada. Padahal kantornya tuh kayak yang di korea gitu, mana bajunya bebas tapi sopan kan lucu huhu 



Pukul 17:41

Tentang Aku dan Sidang lainnya


.... Mei dan Juni 2018
   
   Mei dan Juni 2018, bulan-bulan itu menurutku adalah bulan dimana teman-teman ku yang dekat maupun tidak, melaksanakan ibadah sidang akhir. Euforianya nggak sama seperti pada saat aku sidang akhir bulan April kemarin, namun tetap ramai. Di saat Mabok Oppa sesion 2 ( Dena dan Fana) sidang aku nggak merasa kesepian sama sekali, karena masih ada Rahma atau pada saat itu masih ada Fana atau lagi pada saat ke sidang yang bukan teman-teman dekatnya Dena. 

    Rata-rata temannya Dena itu aku kenal baik, maka dari itu aku datang karena mereka juga datang ke sidang aku, aku datang sebagai seorang teman baik. Namun, makin lama, suara orang-orang yang senang atas kelulusannya membuatku hampa di tengah-tengah euforia. Aku memang berada di sana, tapi jiwaku enggak sama sekali. Seperti jiwaku di Surabaya, namun ragaku di Jakarta. Sebenarnya aku adalah orang yang canggung, aku nggak bisa berada di tengah orang yang tak mengenalku dekat atau aku tidak dekat dengan mereka.

  Secara rinci, aku merasakan kesepian yang sangat mendalam di diri aku, di tengah-tengah keramaian yang ada. Untuk pertama kalinya aku merasa sendiri. Aku nggak tahu harus bergabung dengan cara apa, aku nggak tahu harus dengan apa aku mendekati mereka, atau harus dengan jurus apa agar aku bisa berbaur.

   Aku memang orang yang gampang beradaptasi, tapi aku juga seorang yang canggung dengan kehadiran orang lain. tapi tak apa, karena sidang mereka (Unpas maupun kampus lainnya) bahwa mereka nggak pernah sendirian, dan aku merasa bersyukur. Maka, dari itu aku datang sebagai seorang teman yang baik hanya untuk memberikan selamat yang sangat berarti untuk mereka semua. 


Pukul 17:25 

Jumat, 05 Oktober 2018

Tentang Sidang Skripsi

26 April 2018 


      Hari, jam, menit, dan detik di tanggal itu membuatku gugup. Gugup sekali. Kenapa? karena aku akan sidang akhir yang mengartikan akan ada kehidupan baru untuk aku. Entah itu dari segi rejeki, kehidupan aku yang mulai damai atau dari segi kepribadianku. Aku flashback ke belakang soal hidupku di kampus, dari mulai menderita karena gosip yang nggak enak, kasus sahabat aku yang harus aku tangani, menghadapi trauma yang aku alami dari SMA dengan mendengarkan cerita tentang pacar mereka atau gebetan (maksudnya ini untuk teman laki-laki), dan status pacaran yang ternyata cuman dimanfaatkan hanya untuk tugas kuliah semata.

     Aku deg-deg kan sambil memikirkan itu dan berusaha untuk tersenyum bahwa aku bisa menjalani kehidupan dengan baik. Allah sayang sama aku, dan Allah mau aku bangkit dari semua keluhan kehidupanku selama beberapa tahun terakhir ini. Pada saat aku dipanggil ke ruang sidang, nggak karuan rasanya tapi pada saat selesai lega banget walaupun ada revisi. Setelah semua selesai sidang euforia pun di mulai, rame banget rasanya, tapi untung aku nggak sendirian. Mabok Oppa hadir, Banabila hadir, Bu devi temen announcer, Hilda teman SMA ku, Kakaku kak Yusuf (teman dan kakak kelasku di SMP). Aku agak kecewa dengan tidak hadirnya Jajan dan Oppa, Farenbi, dan Sobat aku yang lainnya. Tapi nggak apa-apa, mereka yang nggak hadir aku yakin doa mereka mengalir dengan tulus kepadaku. 

   Setelah hari itu, aku sadar bahwa akan kehidupan selanjutnya yang menimpaku. Entahlah aku akan gimana menghadapinya. 


Jumat, 28 Juli 2017

HAI ! HELLO

Hai! hello!
Aku balik lagi nih....
Ketika aku memutuskan untuk menulis lagi, aku nggak tahu harus menulis apa.
Saat ini umurku masih 21 tahun kok, belum berkurang sama sekali, dan aku masih belum ngerti apapun sama dunia ini, hahaha
Tapi, aku udah mengerti kok soal pertemanan dan tanggung jawab yang harus aku hadapin kedepannya.

Mungkin ini kedengaran seperti curahan hati aku yang amat teramat buntu nggak menemukan solusinya. 2,5 tahun kuliah aku nggak pernah tahu, alasan sebenarnya mengapa teman-temanku ini mau berteman denganku. Seru? Iya bisa jadi aku orangnya seru, tapi mungkin belakangan ini aku sering terbawa perassan, bahkan mau ketawa pun sebenarnya hatiku sedang sakit. Pintar? Sumpah, aku ini bukan orang yang pintar. Rajin? Enggak kok, aku hanya berusaha jadi orang yang rajin dalam hal mengenai tugas-tugas kampus, tapi coba kamu jadi salah satu orang di keluargaku, pasti kamu akan mengetahui aku yang sebenarnya. Ketiga alasan tersebut yang sering aku dengar setiap aku tanya, "Mengapa kalian mau jadi temanku?" tapi aku bersyukur, dengan jawaban mereka yang seperti itu, hahahhaha.

Belakangan ini aku merasakan yang namanya lelah, lelah banget rasanya sama semua ini. Kamu tahu aku lelah karena apa? Aku lelah ke tempat magang yang jauh, aku lelah sama suasananya, bahkan aku lelah sama hal yang nggak mau aku kerjakan. Kalau orang lain menilai aku ini moody-an, Yes!! aku baru menyadari bahwa aku selalu menggunakan mood aku dalam segala hal, tapi ada pengecualian yang belum aku ketahui (mungkin kalau aku udah tahu, aku akan buat tulisan burem seperti ini lagi). Kalau aku mau makan banyak, aku nggak bisa seperti manusia yang lain pada umumnya, makan tinggal ambil nasi yang sangat banyak, lauk yang banyak, ditambah dessert dan semuanya. Kalau aku, yang penting makan 3x sehari, entah itu sama nasi atau bukan. Di perjalanan aku harus selalu dengerin musik yang aku suka. Kira-kira seperti itulah aku.

Namun, sifat moody-ku sedikit berubah saat sudah ada yang namanya tanggung jawab di dalam diri aku. Ketika di kampus aku banyak belajar, banyak hal yang nggak ingin aku kerjakan, seperti tugas kuliah yang berupa desain, ke kampus saat hujan, menunggu jeda kuliah dan banyak lagi, akan tetapi, karena aku rasa punya tanggung jawab aku lakuin semua itu tanpa pamrih sama sekali walaupun tubuhku rasanya mau rontok. Di tempat magang? Sama, aku sudah anggap ini pekerjaan jadi mau tidak mau, suka atau nggak suka, apa yang harus aku kerjakan dari atasan, itulah yang harus aku kerjakan dan harus mau aku kerjakan mulai detik ini, padahal hati kecil aku berteriak.

Sekarang, yang membuatku sedih adalah logatku yang masih seperti anak kecil. What? really? ketika aku berbicara dengan banyak orang, aku tidak pernah bisa mengatur logat, nada bicaraku seperti ini dan nggak bisa berubah sama sekali. Mau di bagaimanapun juga nggak bisa, apa aku harus operasi pita suara? coba kamu dengar deh, di radio manapun kamu cari, ada kok yang kayak aku kalau ngomong. Aku terlahir cempreng, mungkin itu yang menjadikanku seperti anak kecil.

By the way, ini terakhir, Aku ingin jadi orang jahat, sungguh!! Tapi aku nggak bisa. Mungkin aja aku pernah melakukan hal yang jahat sama temanku, maka dari itu aku dapat balasannya sekarang. Aku percaya saat ini ada sebab dan akibat. 


-Bandung, 29 Juli 2017-
7:26


Rabu, 22 Maret 2017

Always

Inspired by Lyric Always - Rap monster


suatu pagi, ketika aku terbangun
aku berharap aku mati
aku berharap seseorang membunuhku
dalam kesunyian ramai ini
aku hidup untuk memahami dunia
tapi mengapa dunia tak pernah memahami aku?

              Kata-kata itu selalu terngiang di otakku, entah mungkin aku sudah capek atau emang aku sudah hampir menyerah dalam hidup ini? Lagu ini walaupun aku tak mengerti bahasanya tapi aku mengerti perasaan sang penulis lagu yang begitu capek dengan dunia ini. Aku pun sama. Merasakan capek dengan dunia yang selalu ingin dipahami. 
                 Sekarang pukul 11 siang, seharusnya aku sudah berada di kampus, tapi entah mengapa aku betah berada di rumah sambil melihat arti dari lagu ini. Aku ingin benar-benar mengerti lagu ini agar bisa merasakannya lebih mendalam. Iya, sekarang aku mengerti arti lagu ini yang ternyata sama dengan perasaanku saat ini. Perasaan yang tak mungkin bisa aku katakan kepadanya siapapun.
            Sebenarnya hari ini ada sebuah pertunjukkan seni di kampusku, namun aku merasa malas untuk melihatnya, apalagi setelah kejadian yang sangat membuatku kesal. Kemarin, Rabu tepatnya, aku sedang jatuh cinta kepada seorang Rapper asal Korea. Kim Nam Joon. Entah mengapa, aku sangat menyukainya saat ini dan bisa menyembuhkan hampir setengah rasa depresiku.
            Mungkin aku terdengar gila karena sampai saat ini masih saja belum bisa sembuh dari depresi, namun itu kenyataannya. Oh iya, aku hampir lupa menceritakan alasanku waktu kemarin sangat kesal. Kemarin, aku sedang makan sate kambing kesukaanku di kantin sendirian, teman-temanku masih di kost sedang mendengarkan lagu dari boygrup kesukaan mereka sambil menunggu jam masuk kelas. Aku makan ditemani suara Nam joon, lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki mungkin tinggi dan mungkin juga tidak datang menghampiriku, ia mencopot headsetku, aku tatap dia dengan tatapan sinis.
            “Apaan sih?” kataku kepadanya
           “Mau sampai kapan sih kamu dengerin si monster itu?” katanya sambil mengambil satu sate kambingku.
           “Sampai semua tugas di dunia ini hilang dan sampai semua orang yang munafik ini musnah, lalu sampai semuanya memahami keinginanku,” kataku sambil menikmati sate kambingku, “lagian keliatan risih banget sih kamu kalau aku dengerin si Nam joon, lagian enak juga kok semua lagunya.”
          “Jelaslah aku risih,” katanya sambil memegang air mineral yang sedari tadi ia pegang namun tak ia minum, “kamu seperti punya dunia sendiri, nggak ada bahasan lain apa selain ngomongin si monster itu?”
          “Kamu pergi aja deh, nggak mood makan deh jadinya.” Kataku sedikit mendorong dia pergi.
         “Tuh kan, kamu jadi emosian banget, ya udah bye!!!!” Katanya sambil pergi meninggalkanku.
          Kesal sekali rasanya, selalu saja kayak gitu setiap aku ngomong soal Nam Joon ke dia, apalagi dia mengatai Nam Joon monster, yang lengkap dong dia itu Rap Monster, aarrrggghhhhhhhhhh….sudahlah, bahkan yang membuat aku kesal sekali mengingat pada saat laki-laki itu ada di luar kota dia nggak baca pesan dariku, sahabat macam apa dia?
                                                                ***
            Saat ini aku sudah berada di kampus tepat pukul 1. Aku melihat di sekeliling kampus yang sangat ramai dan aku merasa sendiri, entahlah apakah ini efek aku selalu mendengarkan lagu ini? bukan pasti, ini hanya perasaan aku saja yang tidak bisa berdamai dengan diri sendiri hingga membuat pertengkaran dengan sahabatku sendiri.
            Always, setiap aku merasa sendiri tidak ada satupun yang coba untuk mengerti keadaanku atau aku yang tak mengerti keadaan? Kira-kira dimana sahabatku itu? Sudahlah mungkin dia sedang marah juga denganku, karena daritadi aku tidak membalas pesannya.
            Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke aula. Sesampainya depan aula, aku mendengar suara lantunan musik lagu always yang sering aku dengar akhir-akhir ini. Aku pun masuk ke dalam aula dan laki-laki yang kemarin membuatku kesal itu sedang berada di panggung sambil bersiap untuk bernyanyi, ah bukan nyanyi tapi nge-rap, tapi sejak kapan dia bisa nge-rap?
            Aku pun terpaku diam di samping kursi penonton sambil melihat laki-laki itu yang tak lain sahabatku nge-rap dengan bahasa Korea, aku merasa terharu dan ingin menangis. Aku tahu dia nggak terlalu suka dengan lagu Korea, tapi aku terharu karena dia sahabat yang tidak mau melihat aku sendiri.
            “Untuk kamu yang sedang merasa ingin mati, dengarkanlah lagu ini agar hati kamu tenang, karena dengan mendengarkan lagu sedih hatimu bisa terobati,” Kata laki-laki itu begitu selesai nge-rap dan masih di atas panggung, “oh, tapi jangan keseringan juga sampai kamu nggak bisa lihat dunia sekitar, kamu bisa melakukan dengan baik, jadi jangan pernah menyerah sama dunia yang hanya ingin dipahami oleh kita.”

            Kata-kata laki-lakiku itu alias sahabatku itu menampar sekaligus menyadarkanku, bahwa dunia memang ingin kita memahaminya, tapi dibalik itu semua pasti ada kebaikannya yang akan terjadi. Sahabatku pun melihat ke arahku dengan tatapan malu, dan aku bertepuk tangan sebagai tanda bahwa aku menghargai usahanya yang ingin memberitahuku bahwa ada orang yang mengerti kamu dan tidak akan membiarkanmu sendiri seperti perasaan dalam lagu yang habis ia tampilkan.

Selasa, 08 November 2016

CURIOUS

       Aku nggak bisa berhenti tersenyum saat melihat dia berada di ruangan OSIS. Awalnya aku nggak begini, apalagi tersenyum sama orang yang emang nggak ada menariknya sama sekali di mataku, tapi entah mengapa saat ini menjadi menarik karena satu sahabatku menceritakan semuanya tentang dia. setelah satu sahabatku ini bercerita, satu orang sahabatku lagi ikut-ikutan untuk menjodohkanku dengan dia. kabar ini pun sampai ke telinga sahabatku yang lain, dan mereka pun selalu menggodaku saat ada dia maupun tidak.

    "Nuna, tahu nggak Raden Alan ? dia itu presentasi di kelas aku kemarin bikin geger satu kelas loh. hahaha." kata Ninda sahabatku yang bercerita tentang cowok yang awalnya nggak menarik sekalipun.

     "Wah, iya, geger gimana?" Tanyaku kepada Ninda sambil memainkan layar ponsel ditanganku.

     "Iya jadi dia presentasi lucu gitu, ada satu kata yang buat geger cuman aku lupa."

     sial lagi-lagi aku penasaran sama dia.

     "Oh gitu ya? haha" balsku tanpa ekspresi.

    " Ih kamu kok gitu?" tanya Ninda sambil cemberut.

    "Habis aku nggak tahu harus komentar apa."

    "Dia keliatannya baik kok."

    lalu, aku berdiri dari tempat dudukku dan berkata, " iya aku tahu kok dia baik, baik banget malahan."

     "Kali-kali nyapa dong, dia satu organisasi kan sama kamu?" tanya Ninda yang seakan-akan nggak berhenti untuk menjodohkanku.

     "Nanti, kalau aku ada urusan sama dia." jawabku sambil melangkah ke pintu gerbang sekolah.


     Keesokan harinya aku melihat dia di depan kelasku sedang mengobrol dengan salah satu sahabatku, ia berbadan agak gendut dan kali ini kaos yang didalam seragam abunya adalah hitam, entahlah apa alasan dia di depan kelasku saat itu. Fara datang dengan wajah yang ceria saat itu, maklum dia baru saja dapat kado seekor kucing dari teman super dektanya.

    "Hai, ciye yang kemarin ultah." Sapa Landin ke Fara sambil tersenyum.

    "Hai Lan, Hai Dim," Kata Fara dengan senyum, "Mana? katanya mau ngasih kado."

    "Hahaha, itu nanti aja ya." jawabnya sambil tersenyum.

   "Heh, kamu sok sok an mau ngasih kado, ultah aku aja kamu nggak ngasih apa-apa." Protes Dimas kepada Alan. 

    Aku pun keluar untuk menghirup udara segar, saat aku keluar aku merasa ada sepasang mata yang melihatku. Akhirnya aku memanggil Dimas dan mengobrol sebentar lalu kembali ke tempat duduk dan menutup wajah di meja.

    "Ciee, tadi ada siapa tuh di depan?" Tanya Fara yang mencoba menggodaku.

    "Iya tahu, ada sosok berbaju putih anggota OSIS kan?" Tanyaku balik kepada Fara sambil tetap pada posisi menutup wajah di meja.

    "Jahat bener sih kamu, " kata Fara sedikit kesal, "kamu cemburu ya dia cuman nyapa aku?"

siapa yang cemburu sih, ya allah kapan perjodohan ini berakhir?

    "Nggak tuh, biasa aja, kan emang nggak terlalu kenal." kataku sambil jalan menuju ke toilet.


                                                              ***

       Suasana ruang OSIS sangat ramai, berbagai opini masuk ke dalam otakku, tapi aku benar-benar tak fokus karena memikirkan satu hal. Gara-gara cerita Ninda lagi yang katanya dia buat geger satu kelas lagi. Sial, aku jadi kepikiran terus sih?

"Nun...." Panggil Ninda kepadaku.

"Nun...." Panggil Fara kepadaku.

"Nun..." Panggil Talia kepadaku.

"Nun, ini perihal soal event gimana ya enaknya?" Tanya Deni kepadaku.

"Nun, ini lihat deh Awkarin dan YoungLex kolaborasi kok gini amat ya? jadi agak gimana gitu." Kata Dimas kepadaku.

Otakku ngga jernih nih, aku harus gimana? Oppa, Jajan aku harus gimana?

"NUNANISAAAAAAAAAAAAA" Teriak mereka secara bersamaan dan membuat satu ruangan OSIS yang tadinya ribut banget menjadi diam.

"Ada apa sih?" Tanyaku kepada mereka.

"Kamu yang ada apa, bukan kita yang ada apa." Jawab Talia sambil menyodorkan berkas proposal event OSIS nanti. 

"Aku? nggak apa-apa." Jawabku singkat.

"Tapi kamu kelihatan kayak orang linglung, jangan-jangan kamu....."Kata Fara mencoba menggodaku.

"Sapa kali mumpung dia di sini." Kata Ninda kepadaku.

"Nggak biasanya kamu begini, ini Awkarin sama YoungLex mau lihat nggak?" Tanya Dimas 

"Ini dulu ih, perihal event sekolah enaknya gimana?" Tanya Deni

"Intinya, sekarang kan udah selesai rapatnya kan? aku mau keluar dulu deh." Kataku pamitan kepada mereka.

"Hati-hati ya." Kata mereka sambil mengayunkan tangan tanda selamat jalan.

Saat aku keluar tenyata ada dia di depan ruangan sedang menempelkan selembaran di mading, lalu aku beranikan diri untuk menyapa dia.

"Hai, sini mau aku bantu?" Sapaku sambl menawarkan bantuan kepadanya.

"Nggak usah, bentar lagi selesai kok." Jawab Alan dengan ramah.

"Oh iya, Lan. Katanya mau ngasih kado ke Fara?" Tanyaku kepada dia.

"Entar aja pas dia ulang tahun lagi." Katanya sambil menempelkan selembaran.

"Ciye, berduaan." Teriak mereka semua kecuali Dimas.

"Ini aku mau pulang woy, ini anak dokumen nggak ada yang mau bantu dia gitu?" Kataku sedikit salah tingkah.

"Udah selesai kok." Katanya kepadaku.

"Ya udah aku pulang ya, dadah fans fanatikku."

"Dadah Jonesku." Kata mereka kepadaku

                                                                                 ***

    Line....... (suara bunyi line)

Fara : kamu tahu nggak tadi dia senyum pas kamu pergi?
aku  : nggak tahu, emang iya?
Fara : Iya tahu, aku lihat sendiri senyum misterius gitu.
Aku : Sial, kamu mau buat aku nggak bisa tidur ya?
Fara : kalau ngantuk juga kamu pasti tidur. ahhaha

   Setelah line dengan Fara, aku benar-benar tak bisa tidur, Emangnya iya dia tersenyum pas lihat aku pergi? kayaknya nggak mungkin deh.

Line.....(suara bunyi line)

Ninda : besok aku mau kasih hadiah ya sama kamu.
Aku   : Hadiah apa?
Ninda : pokoknya kamu jangan dulu pulang pas UTS.
Aku    : Iyaaa

      Malam ini aku benar-benar nggak bisa tidur, gara-gara satu orang dengan beribu cerita yang membuatku penasaran, beribu tanda tanya dipikiranku. Seperti apa sosok asli seorang Alan yang aktif satu organisasi denganku? Yang katanya pintar dan mempunyai prinsip lebih dari orang seumurannya? 

                                                                             ***
      Aku terburu-buru menunggu kelas yang sedang dipake oleh adik kelas untuk UTS, akupun duduk di sebelah temanku bernama Gunawan dan ada juga Fara di sebelahnya. Tak lama dia datang sambil tergesa-gesa juga, mungkin dia sedang buru-buru, tapi pada saat melihat Gunawan dia pun menyapa dia dan sambil sedikit berbincang. Sedikit perasaan penasaran itu pun muncul, ketika dia nggak menyapaku dan Fara, padahal kami berada di sebelehnya Gunawan.

Cowok itu pura-pura nggak kenal atau emang nggak tahu kita sih? aku nih satu organisasi sama dia loh, kan ada aku kenapa nggak nyapa.

Aku pun langsung bilang kepada Fara, " Far, tingkat kekagumanku berkurang 30 %."

"Loh, kenapa?" tanyanya bingung.

"Dia nggak nyapa kita, padahal kita da di sebelah Gunawan loh, kita juga sambil liatin dia," Gerutuku kepada Fara

"Ya ampun, Nun. mungkin dia orangnya emang kayak gitu." Kata Fara mencoba menenangkanku.

"ahh, kesel, nggak suka." Kataku sambil pergi ke kelas.

         Sehabis UTS aku menunggu Ninda keluar dari ruangannya, beberapa menit kemudian dia keluar dan mengasih amplop yang ternyata isinya kartu UTS Alan. Aku senang, namun ada sedikit rasa kesal karena kejadian tadi.

        Malam harinya aku pun menceritakan semuanya kepada Ninda, dan Ninda bilang Alan memang seperti itu orangnya. Tapi alasan itu masih nggak bisa aku terima di otakku. Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidur, sebelum tertidur hatiku yang paling dalam pun berkata, "Jika aku ada salah, maafin aku, Lan. Aku nggak bermaksud nggangu kamu, aku cuman ingin berteman. Maaf juga aku kagum sama kamu karena cerita Ninda yang membuat pandangan aku berubah dan jadi suka cerita ke sahabat-sahabatku tentang kamu. maafin aku, maafin aku karena sekarang aku cuma penasaran."

aku pun tertidur lelap hingga pagi.

                                                             ***
      Pagi yang membuatku malas, aku malas harus mengendarai mobil karena takut hujan, aku pun memposting video yang mencerminkan aku malas sekolah. Rasanya malas sekali.

Line.... (suara bunyi Line)

Dimas : Heh, apa faedahnya sih posting video kayak gitu? Alan belum bisa nyetir.

 Dimassssssssssss, parah banget sih.

Aku : Siapa yang mau disopirin dia :( udah ah aku mau berangkat,

     Aku memasuki mobil putihku dan menyetel lagu kencang sekali sehingga rasa kesalku teredam dalam sebuah lagu.

                                                           ***

3 tahun kemudian

"Nuna, kamu masih ingat dia?" Kata Talia menyodorkan foto seorang cowok berkacamata.

"Siapa ini?" Tanyaku kepada Talia.

"Coba mana ingin lihat." Kata Ninda sambil memegang Handphone Talia 

"Kayaknya kenal deh. "Kata Fara yang selalu tiba-tiba muncul.

"Ini kan Alan yang pernah satu sekolah sama kita, keren ya dia udah magang aja di TV" kata Talia sambil melirikku.

"Iya aku kaget, dia pernah line nanyain kabar anak-anak OSIS terutama Dimas." Jelas Talia.

"Tapi dia nggak nanya kabar kita ya, Tal?" Tanya Fara kepada Talia.

"Nggak, cuman ke aku aja itu juga karena dia mau minta line Dimas." Jawab Talia kepada Fara.

"Dia, nggak berubah ya." Kata Ninda lemas.

"Menurutmu gimana, Nun? "Tanya Fara kepadaku.

"Biasa aja." Jawabku singkat sambil tersenyum.

"Nggak mungkin, biasa aja." kata Ninda.

Sudah 3 tahun ya nggak kerasa, aku tahu kamu punya segudang alasan untuk memperlakukan kami seperti ini. Mungkin aku nggak pernah tahu, apa alasan kamu tidak menyapaku pada saat aku di sebelah Gunawan dulu. Ya, udahlah, aku cuman makasih udah hadir lagi memberi kabar walaupun sekilas.

        Aku pun tersenyum menatap sahabat-sahabatku yang sedang tertawa mengenang kepingan masa lalu putih abu kami bersama Alan.

-Fin-



    
     


Kamis, 03 November 2016

Story of Shadow

            Pukul 09.12 WIB

          Aku nggak tahu harus menulis apa hari ini. Di cuaca yang mendung membuatku malas untuk melakukan segala aktivitas, aku hanya ingin berdiam diri di rumah dan meminum segelas kopi. Entah mengapa aku sangat malas untuk melakukan semua ini. 

           Hallo, namaku Shin, salam kenal dariku untuk kalian semua. Bisa jadi kalian adalah bayangan masa depanku yang datang dari masa lalu, atau mungkin kalian yang sedang berada didekatku adalah bayangan masa depanku. Hidup nggak ada yang tahu kan? hahaha

                 Oke, sambil aku meminum kopi, aku akan ceritakan sedikit tentang apa yang terjadi dalam hidupku selama ini. Begitu panjang dan mengharukan, akhir-akhir aku sangat rindu dengan sahabatku di masa SMP. Dulu mereka sumber kekuatanku, tapi sekarang aku harus kuat dalam segala kondisi yang ada. Mengapa penyesalan harus ada? kalau nggak ada mungkin manusia nggak pernah ingat akan dosanya, seperti aku ini. hahha

                Aku kangen sama semua sahabatku yang pernah mengisi keseharianku di masa mudaku, dan susah sekali sekarang untuk menemuinya. Aku kangen saat berlari kencang hanya untuk menghindari mereka, aku kangen saat mengambil foto-foto kegiatan kaluan, aku kangen memarahi kalian dan berusaha melindungi kalian dari hal yang tidak baik, aku kangen buat tugas di warnet, aku kangen bernyanyi, aku kangen ada dimana-mana, dan banyak banget apa yang telah kita lakukan.

           Sekarang pertanyaanku cuman satu, apakah kalian termasuk bayangan masa depanku?
           Tentu tak ada yang tahu jawabannya.

          Walaupun aku kangen sama kalian, tapi sekarang aku mempunyai banyak teman dekat yang baik dan mau nerima aku apa adanya. Aku sekarang nggak segalak dulu, aku nggak jambak orang lagi, aku juga udah berusaha jadi wanita anggun, dan aku nggak terlalu pecicilan lagi saat di cie-ciein tapi lebih diam dan tersenyum malu saja.
        
         Aku sekarang pemalu loh, percaya nggak? percayalah harus wkwkk
      
         Kalian tahu nggak teman dekat aku siapa aja? banyak dengan berbagai karakter, aku kira mereka sama tapi nggak mereka nggak sama. Namanya manusia nggak ada yang sama kan? tapi aku bersyukur kalau nggak ada mereka, mungkin aku nggak akan sekuat ini. Aku sering bilang kan ke kalian soal yang salah? tapi aku pun akhirnya melakukan hal tersebut.

          Aku pernah depresi, tapi sekarang nggak, aku harus senyum kan? hahaha
         Apalagi saat ini aku lagi di cie-cie in sama seseorang, hahha 

sekarang satu pertanyaanku lagi, apakah temanku yang sekarang adalah bayangan masa depanku? nggak tahu juga, kita lihat kedepannya wkkw

         


Kamis, 31 Desember 2015

New Year!!

Hari ini tepat pukul 00.00 wib aku menulis tentang semua harapanku untuk tahun 2016. sebelumnya aku ingin flashback soal tahun 2015.
tahun 2015 adalah tahun yang benar-benar membuat aku banyak belajar dan salah satunya mencintai seseorang dengan tulus, sabar menghadapi kalau ia marah, sabar dengan kemanjaannya, sabar ketika ia nggak ngabarin dan telat ngabarin. Rasanya udah setahun aja ya berlalu, tahu nggak rasanya diselingkuhi itu gimana? Sakit dan frustasi, itu yang aku rasain karena saking besarnya cinta aku sama dia, bahkan lebih besar dari rasa cinta temanku kepada gebetannya (mungkin, aku sih ngerasanya kayak gitu) apalagi sampai sekarang aku bisa melihat dia walau bukan dalam wujud 9 bulan yang lalu serta sifatnya yang nggak kontrol sekarang.
Sampai detik ini aku heran. kenapa aku begitu sayang sama dia? padahal dia adalah orang yang jarang ngampus dan sering mengeluh akan hidupnya yang sekarang.
Jujur cinta membuat aku buta dan terdiam, sungguh.
Kalian tahu nggak? Rasanya menyanyangi tapi ternyata dia nggak menyayangi kita? itulah yang aku rasakan sekarang, beda nggak kayak setahun lalu.
entahlah aku bingung dengan semua ini.
aku ingin menutupnya dengan bismillah.

BISMILLAH!!!!

Jumat, 25 Desember 2015

HAMPA

Semakin hari aku semakin nggak mengenal dia......
orang yang dulu mungkin mengajarkan aku banyak hal, mungkin sampai sekarang.
Dulu dia adalah orang yang selalu menahan emosinya, mengendalikannya, dan berbicara sesopan mungkin sama aku.
Orang yang dulu saat aku banyak pikiran, capek, dan ngedown dia selalu bilang "mana rena yang aku kenal? yang selalu senyum?" tapi sekarang nggak.
Tiba-tiba marah, tiba-tiba ngomong kasar (walau aku udah sering ngedenger omongan itu).

Dia yang aku kenal adalah orang yang lembut, jarang marah, tapi paling manja sepanjang masa.
Panggilan "Yang" yang khas, hahahha

Kalau aku kangen dia, sekarang cuma bisa meluk buku pemberian dari dia aja.
Kita memang dekat tapi semakin hari aku semakin nggak kenal dia sama sekali :)

Rabu, 16 Desember 2015

Sempit

Dunia ini sempit bukan?
ketika kita tidak berharap untuk bertemu, tetapi kita dipertemukan.
apa sih yang sebenarnya akan terjadi bila seandainya kita tidak bertemu?
kalau kupikir sih, tidak akan ada pelajaran hidup yang diambil, bahkan secuil kertas putih pun akan tetap suci hingga saat ini.
Cinta adalah rasa sayang yang tidak dapat di definisikan oleh akal maupun logika, bahkan ketika filsafat berbicara pun tidak akan menemukan apa artinya itu.
Sayang adalah rasa yang setiap manusia miliki maupun di hatinya membenci orang tersebut.
Benci adalah nama lain dari rasa sayang, coba deh pikir, seorang haters bisa tahu segala kegiatan sang artis, hahaha sebenarnya mereka tuh sayang sama mereka.
Kecewa adalah perasaan dimana kita udah menetapkan satu hati namun hati itu dipatahkan.

Coba bayangin deh, kalau rasa-rasa itu nggak ada? Hampa ya, tapi kalau dijalani sebenarnya nggak kuat juga tapi mau gimana lagi? namanya hidup harus selalu dijalani dan disyukuri.
Orang-orang di sekitar kita lah yang menguatkannya.

Anak kecil akan selalu kuat jika orang tuanya memeluknya.
Anak Remaja akan selalu kuat jika sahabat-sahabatnya selalu ada di setiap butuh.
Orang dewasa akan selalu kuat jika pasangannya memberi kekuatan bahkan dengan sedikit pelukan serta senyuman itu bisa buat tenang.

kenapa aku nulis kayak gini?
Karena menurutku hidup aku ini sempit, bertemu dengan orang tak terduga setiap tahunnya.
orang baru maupun yang lama dalam kehidupan aku. hahaha

Bahagia nggak aku ketemu orang dari masa lalu?
Bahagia dong, karena mereka bisa bercerita hal baru mereka.

Bahagia nggak aku ketemu orang yang baru?
Bahagia banget!! walau kecewa, sedih, marah, kritikan, senang itu campur kayak nano-nano. tapi tetap bahagia. hahaha, kenapa? karena orang baru membuat aku semakin dewasa.

Aku mau cerita sedikit......
aku di telpon oleh seseorang yang sampai saat ini mungkin ada di hati ini. Semakin hari semakin besar feel aku ke dia, dia sedih entah aku juga ngerasain. oke ini udah agak ngaco.
kata dia "I wasn't strong at the nature of you who like a little kid"
kata-kata itu yang membuat aku sadar, bahwa aku yang membuat dia seperti itu.
Aku mau berusaha jadi dewasa, bisakah?
Bisa, karena aku memang orang dewasa bukan?

Sedih tapi itu emang kenyataan, I say thanks for you and my friends who also believes the same. 

Selasa, 17 November 2015

Curahan

       
      Malam yang indah disertai suara hujan yang membuatku nyaman berada di kamar, dengan segelas kopi creemer dan novel, aku menunggu....terus menunggu.....lalu menunggu. Kulihat si putih (itu nama hapeku, karena dia warnanya putih, ya aku panggil si putih) tak kunjung berbunyi. Sebenarnya aku nungguin siapa? emang siapa yang akan ngabarin aku? hah lelah rasanya kalau begini terus. akhirnya ku putuskan untuk shalat, setelah shalat aku kembali ke kasur dan kukenakan selimut tebal, lalu kembali membaca novel yang sangat kusukai itu, oh iya, namaku Nesa, seorang wanita biasa dan nggak ada hebat-hebatnya, sebentar lagi umurku 20 tahun (iya udah tua aja ya bentar lagi hihi). Saat aku asyik melamun, tiba-tiba si putih bergetar, Drrt...Drrtt....drrrtttt ada pesan.

-___-" : Aku baru aja keliling kota bandung

keliling kota bandung? sendirian? ngapain?

;)) : Ngapain? tadi di kampus sekarang keliling, besok pasti nggak akan masuk.

-___-": Nggak apa-apa merenung aja.

:)) : Merenung for what?

-___-" : Entahlah, aku ngerasa hina. Nggak ada yang mau deket sama aku.

Oke, nggak ada yang mau dekat dengan dia? aku berpikir sejenak, dulu sepertinya banyak yang dekat sama dia, hingga akhirnya kejadian 5 bulan yang lalu yang mungkin membuat dia terbawa oleh perasaannya terus. Aku ingat banget, kejadian itu sampai membuatku nggak bisa berpikir jernih. Dampaknya setelah dia udah balik ke kampus, foto dia dengan seorang wanita yang menurutku lumayan dibandingkan aku yang kurus kurang gizi (oke, aku ralat, aku bukan kurus karena kekurangan gizi tapi karena beberapa hari ini aku capek dengan pikiranku sendiri, sehingga makan nggak nafsu, tidur sih nyenyak, dan mungkin rasa cemburu yang amat dahsyat serta kekecewaan yang mungkin berat badanku yang dulu udah mulai membaik kini berubah seperti anak SD lagi), berkacamata dan umurnya lebih muda dari aku (kuakui, aku memang udah tua sekarang).

-____-" : Dibaca aja ini? okeyy

oh ya lupa, lagi chatingan sama ini orang. Selalu deh!

:)) : Maaf habis bingung mau jawab apa. Apa gara-gara tadi kamu ngasih pesan ke cewek itu?

salah nanya nggak sih aku?

-_____-" : Nggak cuma ngerasa hidup ini hampa aja dan sampai kapan ya aku curhat ke kamu terus?

Oh my god, baru kali ini ada orang yang nanya begini. Seumur-umur mantan aku yang curhat dan nanya begini baru ini orang. Oke, untuk sebagian yang nggak tau (dan sebenarnya nggak penting juga) ini adalah mantan aku, mantan terlama aku selama perjalanan hidup ini (cuma setengah tahun kok, nggak lama ya) maka dari itu, jujur aja aku susah move on dari dia, karena kita pacaran aja simbiosis mutualisme (maksudnya itu kalau aku mau makan nggak ada uang dia yang nraktir, kalau dia nggak ada uang aku yang nraktir plus Rokok. Oke soal rokok emang nggak boleh ketinggalan banget dan jadi menu wajib buat dia. Jadi jangan salah ngartiin arti simbiosis mutualisme ini) ketemu setiap hari di kampus dan kebetulan aku seorang humas, mau nggak mau dan suka nggak suka, aku harus membagi rata informasi begitu juga ke dia (untung aja dia nggak annoying). 

-___-" : lupa lagi mau bales ?
-___-" : Aku mah apa, udah nggak ada yang mau deket, eh di lupain sedih :(

 Sial, aku lupa lagi karena terlalu terbawa suasana dan habis stalker instagram dia ternyata ada foto dia dan aku (waduh, ada foto aku?)

:)) : Maaf kamu kan tahu sendiri aku suka kayak gini. hihi

-___-" : Iya di maklumi dah, hahaha, ngerasa sendiri tuh nggak enak ya? kamu enak banyak temen.
-___-" : Dan selalu dibutuhin sama temen-temen, sedangkan aku yang deket aja nggak mau.

;)) : Itu cuman perasaan kamu aja kali, nggak usah terlalu dipikirin lagi. Dua tahun itu cepet, gabung
       gabung aja dulu sama yang lain, walau nggak srek, ya namanya hidup pasti ada yang hampa dan 
       nggaknya, kamu kesepian? yah tanpa kamu sadari banyak teman kamu yang peduli. Kamu harus 
       bisa maafin diri kamu sendiri pasti kamu akan lega.

-___-: Oh gitu ya? kalau gitu makasih ya, pantes aja aku nggak bisa move on. Iya maksud aku move 
           on dari perhatian kamunya hihi, yaudah aku mau merenung dulu ya. Banyakin makan ya!

Are you sure? hahaha

:)) : hahaha iya sama-sama, okelah 

       Sebenarnya waktu itu hebat loh, waktu juga bisa membuat orang senang tapi waktu juga yang seketika bisa membuat orang sedih. Intinya jangan lakukan apapun kalau nggak mau dapat sebabnya. Aku ingat kata jajan, sahabatku yang paling bijak saat ia masih SMP, ketika kita merasa diri kita sendirian dan hampa. karena ngerasa sendirian dan hampa itu akhirnya orang-orang mati-matian untuk minta maaf, sebelum minta maaf hendaknya kita minta maaf kepada diri kita sendiri dulu sehingga kita tahu apakah tujuan kita minta maaf itu tulus atau sekedar karena hanya butuh. Kalau tulus berarti orang itu menyanyangi kita jika tidak orang itu hanya berniat buruk. 

      Malam ini masih disponsori oleh suara hujan yang merdu menurutku, ku matikan lampu kamarku dan ku taruh novel di atas meja, lalu aku membuka si putih lagi untuk mengecek saja. Tak sengaja kulihat video yang ia kirimkan, lalu ku buka lagi instagram dia dan kulihat foto dia dengan wanita itu. Dalam hati aku pun bertanya, sebenarnya mau dia itu apa? dan sampai kapan hati kamu ngenesin hati aku? tak sadar air mata pun mengalir, ku usap air mataku dan kutarik selimut sampai setengah wajah ku lalu beberapa menit kemudian aku sudah terlelap dengan semua pertanyaan yang belum dapat titik pencerahannya.

Selasa, 22 September 2015

Aku dan Kamu

Aku dan Kamu dulu berjalan sebelahan
Sekarang Aku dan Kamu berjalan berbeda arah

Aku dan Kamu dulu tertawa bersama
Sekarang Aku dan Kamu tertawa hanya agar tak kesepian

Aku dan Kamu dulu begitu dekat
Sekarang Aku dan Kamu seperti orang asing

Aku mensyukuri semuanya dan Kamu pun pasti mensyukurinya juga.
Karena keputusan yang terbaik kadang menimbulkan bekas luka.


Orange Marmalade-dream with a twist

Yesterday and today, I’m trapped in a square birdcage
Why am I living like this? I’m not sure
I’m gonna be bad, I’m gonna be crooked
I’m gonna show them something, I’m gonna change

Stop with the tiring things, stop with the nagging
Even if the things I like about myself are peculiar and I get hated
I don’t care, what happens happens
As if today is my last, I’ll run all I want
As if I’ll die from running out of breath
I wanna go to the end of where I want to go
I wanna start, it’s the beginning

Don’t easily say that being different is wrong
Even if you try to ruin things
I’m important, whatever anyone else says
I’m alright, it’ll be okay

I dream of a twist like the story of the Ugly Duckling
I’ll spread my wings and fly
I’ll say what I want, in the coolest way possible
This is me
It’s ok to be different, it’s ok to be wrong
I will live my own way, how I always looked
What’s so bad about me? I’m doing good
I am me

They easily say that different is wrong
I dream of a twist like the story of the Ugly Duckling
I’ll spread my wings and fly
I’ll say what I want, in the coolest way possible

Things will be different from now on
It’s a huge twist
I’ll do what I want

Senin, 23 Juni 2014

aku kembali

hai, hai, hai

yaahhhh, udah lama banget aku nggak menulis lagi. kangen banget nulis, pengen banget nulis lagi.
cuma, belum ada arah dan tujuannya yang jelas banget, hehe

banyak kejadian yang membuat perasaan aku nggak karuan, pikiran kemana-mana.
mungkin kalau aku yang dulu, aku nggak akan kuat untuk berjalan.
tapi karena aku punya impian yang ingin aku capai. maka, aku yang sekarang mudah untuk bangkit.

berkat allah yang selalu ada di sampingku, berkat semua sahabatku, berkat keluargaku. semua bisa aku hadapi. :)