Setelah orang itu nelpon, aku pun membuka sms dari oppa.
Sebenarnya saya nggak sengaja, hanya saya sebenarnya ingin membuat masalah dengan teman sekelasnya yang dulu teman sekelas kita juga. Cuma tiba-tiba aja si rahma marah ke saya. Saya itu hanya ingin membuat dia kayak dulu lagi tidak seperti sekarang karena pergaulannya dia menjadi anak yang nakal. Saya mencaci maki dia karena saya ingin melontarkan emosi saya, karena saya banyak masalah dan pada saat saya mau ulang tahun, saya merasa bersalah kepada seseorang jadi harap eion jangan marah sama oppa ya untuk kali ini aja karena kita sering debat, untuk kali ini jangan ya.
Rinrin pun membalas sms oppanya itu.
Oppa, seharusnya biarkan saja si rahma begitu karena dia lagi patah hati. Nggak usah cari-cari masalah dulu. Oppa kalau mau melontarkan emosi bukan kayak gitu caranya tapi dengan menulis sesuatu di kertas lalu di robek bila perlu di bakar. Ya oppa, aku nggak akan marah. Emangnya merasa bersalah dengan siapa ?
Oppa pun membalas.
Sebenarnya oppa tuh udah putus sama tita dan saat mau ke rumentang oppa udah punya pacar baru. Sebenarnya oppa mau ajak kesana Cuma nggak jadi karena males lalu kamu kan ada masalah juga sama saya lalu nangis di rumentang. Saya paling nggak tega lihat cewek nangis. Akhirnya oppa ingat kata-kata kamu yang CAMKAN jadi ya udah oppa putusin itu cewek tapi udah oppa senengin kok.
Rinrin pun membalas
Oh ya udah.
Aku ngantuk nih met malam.
Rinrin pun menaruh hpnya di bawah bantal dan berdoa berharap orang misterius itu tidak kembali menghantuinya dan meneror.
Pagi pun datang, rinrin terbangun dari tidurnya lalu rinrin mengambil hpnya yang berada di bawah bantal. Ternyata ada 10 pesan masuk di hpnya semuanya dari 3 nomer misterius dan masing-masing pesan tertulis pesannya dan di bawahnya tertulis salam 9.9 semua, semua pesan yang ada di kontak pesan masuk hp rinrin berisikan hal yang sama.
Rinrin pun terdiam dan berpikir.
“hah, kayaknya orang ini harus aku kerjain nih” (kata rinrin dalam hati)
Lalu rinrin mengambil hpnya kembali lalu membalas SMS orang tersebut.
Oke oke, sekarang aku mau menemui kalian dan ingin tahu maksud kalian itu apa sampai meneror segala.
Eion-i rinrin
Lalu si nomer misterius itu pun membalas
Oke saya tunggu di alamat yang sudah kita sepakati
Salam 9.9
Rinrin pun pergi mandi dan pokoknya harus segera bertemu dengan orang itu.
15 menit kemudian rinrin sampai di tempat, tapi rinrin tidak berani menemui orang itu lalu rinrin mengintip di belakang pohon, ternyata orang itu adalah KM 9.9 yaitu raja. Seketika rinrin pun kaget di situ raja nggak sendirian, raja bersama dengan anak populer lainnya.
Sekarang rinrin tahu siapa mereka, seketika rinrin berlari sekuat tenaga menuju angkot yang berhenti di depannya. Raja pun melihat dan raja pun kesal.
“ayo cabut, kita teror lagi tuh eion-i” kata raja dengan nada marah
“baik boss”
10 menit kemudian rinrin sampai di sekolah dan tak sadar rinrin menabrak rio dan tita sedang berjalan berdua.
“ekh, sorry rinrin buru-buru”
“ai kamu kenapa rin?” tanya tita
“ya kamu kenapa?, oppa khawatir nih” tanya rio
“ceritanya panjang banget, udah dulu ya” rinrin menjawab
“aneh sekali anak itu” kata tita
“nggak biasa tuh si eion-i, ya sudahlah”
10 menit kemudian rinrin sampai di sekolah dan tak sadar rinrin menabrak rio dan tita sedang berjalan berdua.
“ekh, sorry rinrin buru-buru”
“ai kamu kenapa rin?” tanya tita
“ya kamu kenapa?, oppa khawatir nih” tanya rio
“ceritanya panjang banget, udah dulu ya”
“aneh sekali anak itu” kata tita
“nggak biasa tuh si eion-i, ya sudahlah”
10 menit kemudian rinrin sampai di sekolah dan tak sadar rinrin menabrak rio dan tita sedang berjalan berdua.
“ekh, sorry rinrin buru-buru”
“ai kamu kenapa rin?” tanya tita
“ya kamu kenapa?, oppa khawatir nih” tanya rio
“ceritanya panjang banget, udah dulu ya”
“aneh sekali anak itu” kata tita
“nggak biasa tuh si eion-i, ya sudahlah”
Akhirnya rinrin pun sampai di kelasnya dan tiba-tiba raja dan gengnya lewat di depan kelas rinrin dan secara spontan rinrin ngumpet di bangku belakang.
“rin, kamu kenapa ?” tanya ani
“nggak apa-apa” jawabku dengan gugup
Bel masuk pun berbunyi, aku masih tetap santai menjalani pelajaran yang di berikan oleh guru selama 4 jam. 4 jam berlalu bel istirahat pun berbunyi, rinrin pun keluar dan anak-anak kelasku pun menghampiriku.
“ekh rin, kita mau memperbaiki nama baik kelas mau ikut ?” tanya bila
“ya, ayo aja” kata rinrin
“oke kalau begitu ayo kita buat surat ijin” kata andri
“hari apa pelaksanaanya?” tanya rinrin
“hari jumat” kata andri
“okelah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
If you want a polite comment!!!