Tanggal 17 september kami resmi pacaran. Aku pasti bahagia sekali, sampai-sampai kripik tinggal setengah lagi dan dia pun tertawa mendengarnya. Dia juga senang karena penantiannya nggak sia-sia. Hubungan kami berjalan sangat mulus, tanpa hambatan dan nganguan juga nggak.
Kita benar-benar menjalin hubungan ini serius dan sampai-sampai dia ingin ke Bandung hanya untuk melamar aku. Terdengar sweet tapi juga meragukan dan karena aku percaya sepenuhnya dengan dia aku pun tidak pernah ragu apa yang ia katakan.
Aku dan dia nggak pernah bertengkar. Sampai mama dan papaku mendengar kabar bahwa aku pacaran dengan oramg di kampung halaman papaku itu. Semua orang bahagia mendengar ceritaku terutama teman sekelasku pada kelas 10, Rani serta Fatimah.
Mereka senang karena aku ga perlu galauin sahabat aku yang dulu benar-benar aku suka dan sampai setiaphari membuat aku marah-marah kepada semua orang seta menangis. Dulu ada kejadian juga aku menangis sampai yang menghibur sengsara, celananya robek begitu.
***
3 hari aku pacaran dengan dia, aku memberanikan diri untuk bercerita kepada teman sebangkuku. Orang jawa juga tapi beda dengan aku yang selalu memakai logat khas daerah papaku. Awalnya aku bertanya, "kamu pernah LDR?"
"Pernah, ada apa?" jawabnya.
"Rasanya gimana? nggak apa-apa kok." Kataku sambil mengaruk kepala.
"Ah, kamu harus cerita."
"Oke, nanti di kelas aku cerita deh. Jangan di kamar mandi begini."
"Sip."
Aku pun bercerita dari A sampai Z, dan salah satu temankku yang dulu sekelas tidak sengaja mendengarkan dan ia langsung memanggil salah satu teman sekelas untuk di introgasi.
"Hei, sini dulu kamunya." Kata cewek berkacamata itu.
"Ada apa?" jawabnya bingung.
"Kamu kasih tahu ke Kania, gimana rasanya LDR." Katanya serius.
"Oke gini ya, Kan. Pokoknya kalau ketemu rasanya benar-benar kangen, tapi emang susah apalagi kamu jauh di jawa. Asalkan kamu nggak buat masalah duluan semua akan baik-baik aja."
Aku pun bengong, teman sebangkuku juga. Yang dihadapannya sekarang adalah sosok cowok berkacamata dan dengan seriusnya menceritakan tentang pengalamannya. Tidak puas dengan jawabannya cowok berkacamata itu, cewek berkacamata itu sekarang bertanya lagi kepada cewek berkerudung di belakang kursiku.
"Oke, jadi begini. LDR itu seperti apa yang dikatakan tadi. kalau kangen ya benar-benar." Jawabnya sambil mengunyah makanan.
"Pacar kamu emangnya dimana?" Tanya cewek berkacamata itu serius.
"Di margahayu."
"Itu sih deket, Sapan dan margahayu mah. hahaha."
Aku pun juga tertawa mendengar ocehan cewek berkacamata itu.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
If you want a polite comment!!!