3 hari kemudian, tepatnya tanggal 22. Banyak sekali kejadian yang aku alami di sekolah. Di mulai dari mata terkena bola kasti dengan kecepatan yang sangat dahsyat dan sehingga membuatku tidak konsentrasi dalam perlajaran, kedua tanganku entah tergores apa hingga berdarah. Walau 7 hari sebelumnya juga begini, tapi aku benar-benar tidak memikirkannya. Finally, aku di bilang unyu-unyu sama cewek yang
tiba-tiba SMS. Rasanya seram sekali dan hampir ketakutan, sama banci aja aku ketakutan apalagi ini.
***
Malam harinya, aku yang sedang anteng merangkum Biologi. Tiba-tiba ada SMS, dari Eko. Senang pastinya, tapi karena kesal aku membalasnya singkat. Tapi aku langsung minta maaf karena mataku sedang sakit. Respon dia biasa saja dan di situ aku mulai mempertanyakan mengapa dia berubah. Ternyata, dia berubah karena dia nggak nyaman padahal aku nyaman-nyaman saja karena aku benar-benar bisa melihat perubahan dalam diriku. Dari yang emosian menjadi lebih bersabar, dari yang tak bisa tersenyum karena kejadian waktu lalu aku jadi sering tersenyum dan semangat.
Awal aku pacaran sama dia. Aku berpikir apa yang pernah Rani katakan saat SMP, bahwa aku berpacaran dengan orang lain hanya untuk pelampiasan. Tapi aku tak pernah merasa begitu. Lanjut lagi ke awal ceritanya, dia tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Aku terima saja, dan aku telpon dia sampai pulsaku habis.
Dari awal aku sudah mengira, bahwa di sana ada yang suka sama dia dan ingin di respon sama dia. Karena aku ini orang Bandung, tapi bisa aja ada keajaiban aku bisa kesana kapan pun aku mau. Badanku tak bisa terkontrol, semakin lemas dan hampir menjatuhkan air mata, tanganku yang sedang memegang pulpen pun tidak sanggup untuk menulis.
Aku tersenyum dan menangis dalam kesedihan dan kebodohanku. Aku shalat dan meminta kepada ALLAH bahwa aku ingin benar-benar pergi ke sana.
***
Esoknya aku terbangun dengan badan yang sangat lemas, aku pergi mandi dan setelah selesai aku pun menyisir rambut pendekku tak lupa memakai baju seragam dan memakai kacamata karena mataku ternyata masih sakit. Sesampainnya di sekolah, aku terdiam karena masih pagi.
Jam pelajaran ketiga pun di mulai, aku pun menceritakan kepada teman sebangku ku. Aku bukannya menangis tapi kesal, gregetan dan campur aduk. Sampai teman di belakang tempat duduk ku juga menanyakan, aku pun bercerita tentang semua yang terjadi. Hampir saja air mata ini menetes, tapi aku ingat dengan apa kata Janjista. "Kalau ada masalah, jangan di buat susah dan di bawa happy."
Tak terasa jam istirahat pun berbunyi, teman dekat ku yang dulu sekelas mulai ke kelasku dan aku pun mulai bercerita. Ternyata mereka merespon sama seperti yang lain, Kesal !
Jam istirahat kedua, aku pun pergi shalat dan hampir saja aku menangis lagi. Sungguh memalukan bukan? Seorang Kania menangis lagi. Aku pun berjalan ke kelas, sesampainnya di kelas aku pun bercerita lagi kepada teman sebangku ku dan tidak sengaja cewek berkacamata itu bertanya, "kamu putus, Kan?"
"Iya." Jawabku singkat.
"Kenapa bisa putus?"
"Katanya sih nggak nyaman, tapi yang ngebuat nggak nyaman karena ada kehadiran cewek yang suka sama dia sepertinya. Dan mungkin saja dia ingin mencoba mendekatinya." Kataku dengan pelan.
Wajah cewek berkacamata itu mulai serius dan tampangnya mulai jutek.
"Dasar cowok mah aneh suka coba-coba." Katanya sambil memegang kepalanya.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
If you want a polite comment!!!